Urusai Richless • Salah Masuk (3.)
Haechan berjalan masuk ke mobil putih sambil mengangkat telepon dari sang ibu. Beliau cukup banyak menuntut Haechan sesegera mungkin bisa menyelesaikan kuliahnya.
“IYE MAMAK! NANTIK YA AKU BARU MAU BALEK KOS YAH, MAK! PUSING INI MAK, LOP YU MAMAK.” Ujarnya sengaja untuk mengakhiri panggilan. Haechan pun menutup matanya, sambil membenarkan posisi kacamata hitamnya yang bertengger di hidung.
“Etdah, cepetan jalan gw mau cepet tidor!” Perintahnya pada seseorang di sampingnya yang dikiranya Jaemin.
Orang itu kebingungan, terlebih suara mendengkur Haechan mulai terdengar yang membuatnya malas membuang energi untuk membalas. Dia kebingungan, mau tak mau dia tetap melajukan mobil ke tempat miliknya.
Usai sampai pun, manusia yang sedang simulasi mati muda itu tetap tidak bisa dibangunkan. Akhirnya sosok tersebut terpaksa menggendong tubuhnya untuk masuk.
Awalnya dia ingin membuang tubuh manusia lucknut bernama Haechan yang ileran itu di tong sampah, tapi karena kasian melihat wajah gembelnya terpaksa dia membawanya ke apartemen miliknya.
“Menyusahkan.” Gumam pria itu, sambil tersenyum tipis yang tidak terlalu terlihat.
•
Dia pun membaringkan tubuh Haechan di ranjang miliknya, melepas sepatu sneaker KW milik pemuda itu, serta meletakkan kacamata hitam yang melorot karena hidung tak mancungnya.
“Lucu.” Ujarnya duduk sambil mencubit pipi tembam Haechan yang membuat ilernya menetes.
Pria itu mendecih sebal, “Jorok.” melihat liur dari manusia yang seperti gembel itu.
Terlintas di pikirannya untuk mengganti pakaian kusam pemuda itu karena dia takut nanti akan ada kuman yang menempel di seprai mahalnya.
“Hm, semoga kulit saya gak gatal-gatal abis gantiin baju dia.”
Dia pun mengganti pakaian pemuda itu dengan sarung tangan plastik.
Kaum OCD :)